Archive for April, 2008

Pindah Rumah (Blog)

Monday, April 28th, 2008

Resmi blog saya pindah ke http://kembars.wordpress.com. Lebih cepat dan fiturnya lebih lengkap.

Mampir ya …

An Evening with Duran-Duran

Friday, April 11th, 2008

Akhirnya keinginan untuk nonton Duran-Duran live di Jakarta ngga bisa lagi terbendung …. ! Setelah seminggu bimbang apakah harga tiket Rp 750ribu worth untuk menonton Duran-Duran, ini yang namanya emosi mengalahkan rasio :-)

Nyampe di venue sekitar jam 19.50, masih kepagian nih … mengingat show baru dimulai pukul 21.00. Beli tiket di ticket box, sementara banyak banget calo di luaran nawarin. Dengan harga lebih murah malah …. aneh ya, dari mana mereka dapat tiket? 

Sambil nunggu teman di luar arena, gw asik memperhatikan calon penonton yang lalu lalang, kaum "snob" dan tentu saja: wartawan infotainment dan para celebrity yang saling berinteraksi. Sekilas ada Lilo ex KLA, Maia Ratu, pasangan Pongky Jikustik dan Sophie, Tika Panggabean dan Ujo, Wingky Wiryawan, Rahma Azhari, Radja, Farhan dan banyak lagi. Sebagian besar emang generasi 80’s ya … saat dimana Duran-Duran jadi raja. Bisa dipastikan, ini pasti konser nostalgia.

Masuk ke arena konser, lampu masih terang. Latar belakang panggung adalah set kota besar dengan bangunan-bangunan tinggi. Drum Roger Taylor di kiri belakang, dan Keyboard Set Nick Rhodes di sebelah kanan. Not bad! Persis di depan panggung berderet beberapa baris kursi VVIP, dan setelah pagar pembatas, berdiri penonton festival. Tribun atas diperuntukkan untuk kelas VIP. 

Persis jam 21.00, lampu gedung dimatikan dan lampu sorot warna warni panggung dinyalakan, asap tipis memenuhi panggung. Sekilas siluet personel Duran-Duran nampak menaiki panggung dan memainkan "the valley". Penonton semua histeris!

Seperti saya bilang tadi, IMHO ini adalah konser nostalgia, dimana hampir seluruh penonton menunggu-nunggu dibawakannya hits-hits era 80an, makanya begitu lagu pertama selesai dan Simon teriak, "Are You hungry?" maka seketika penonton melompat dan berteriak,"Yes! Hungry Like the Wolf!".

Jadinya seperti sudah diduga, saat lagu-lagu seperti A View to A Kill, Save a Prayer, The Reflex, Union of the Snake, Girls on FIlm, Wild Boyz, Ordinary World, Rio dan lain-lain dibawakan, maka koor bareng sukar dielakkan dan JCC seketika menjadi dance-floor.  Dan seketika adem ketika lagu-lagu baru (seperti the Valley, Red Carpet Massacre, Skin Divers, dll) dinyanyikan.

Hmm, overall, gw enjoy banget! Lagu-lagu baru Duran-Duran meski ngga 100% nyanthol di kuping, tapi tetap enak dibuat dance.  Menikmati vocal Simon yang khas masih mampu menaiki nada-nada tinggi -meski beberapa kali sengaja diturunkan, gebukan drum Roger Taylor, gaya Nick Rhodes -yang oleh Simon di sebut orang planet karena peralatannya yang techie- rajin  merekam ulah penonton dari belakang keyboards set dan bintang malam itu, John Taylor yang keren abis!

Worth it lah!

Planetarium

Sunday, April 6th, 2008

Karena kebetulan sedang di Jakarta bareng keluarga  kok ndilalah kepikir ngajak anak-anak ke Planetarium Jakarta yang ada di TIM, Cikini. Sebenarnya bukan cuma anak-anak yang belum pernah ke sana, tapi saya dan istri pun belum pernah ke sana. Jaman pacaran dulu, kalau ke TIM, paling banter nonton film atau ke toko buku bekas di pojokan TIM itu.

Karena info mengenai jadwal pemutaran masih blank, maka hari Sabtu siang langsung go show. Sampai sana sekitar jam 2 siang. Ternyata di depan loket berjubel anak kecil plus orang tua masing-masing. Rupanya ada beberapa rombongan sekolah yang datang. Penuh banget, setelah coba antri, ternyata antrian itu untuk pemutaran jam 4 sore … yang jam 2.30 sudah abis! Waduh …. ngga ngira sepenuh itu. Setelah konfirmasi ke pak Satpam, dapet info kalo hari Minggu pun buka. Oya, planetarium hanya tutup hari Senin.

Besoknya jam 9 sudah antri di depan loket, meski ternyata sudah ada beberapa rombongan yang antri tapi kami masih kebagian yang jam 10.

Jam 9.30 pagi, kami dipersilakan masuk ke kubah planetarium tempat dimana film diputar. Sekali putar kubah planetarium muat untuk 320 penonton. Jadi lumayan gede. Kursinya reclining sehingga kita bisa melihat atap kubah yang melingkar itu sambil setengah tidur Pas jam 10, lampu gelap dan hup …. seluruh atap kubah berubah menjadi langit malam yang cerah dan berbintang-bintang! Seru juga nih …. pikir saya. Penonton yang 97% anak-anak SD pada tepok tangan …hihihi. Persis nonton layar tancep.

Topik film pagi itu adalah “Planet Biru Bumi”. Jadinya sesuai topik, maka film mostly bercerita tentang bumi, teori asal tata surya, rasi bintang-bintang, bumi bulat, lapisan bumi dan udara, dll. Durasi sekitar 1 jam.

Overall kesan saya, filmnya kuno banget. Perlu polesan dengan teknologi dan tambahan tema nih. Terlalu banyak statistik yang IMHO kurang menarik ….

Ehm, terus terang ekspektasi saya sedikit ketinggian. Saya berharap bakal bisa banyak dibahas tata surya dan planet-planet. Well, again … what do you expect untuk harga tiket Rp 7000 (dewasa) dan Rp 3500 (anak-anak)?