Menjajal RTRW Net
Monday, March 31st, 2008Sedih ya punya rumah di pinggiran? Perjuangan untuk mendapatkan akses internet yang manusiawi aja begitu panjang ….
Sebagian besar interaksi saya dengan internet memang saya lakukan di kantor. Akan tetapi, ternyata ketergantungan saya dengan media satu ini sudah di level yang tinggi (meski belum dibilang "addicted"). Apalagi sejak saya kenal dengan dunia security dan linux.
Selama ini saya pakai koneksi dialup. Tapi belakangan, saya rasa koneksinya makin lama makin lambat. Apalagi subcribtion saya diberbagai milis membuat mailbox saya rata-rata menerima 200-300 email per hari (engga … engga semua kebaca kok). Akhirnya saya putuskan untuk upgrade ke koneksi yang lebih cepat.
Pilihan pertama tentu speedy. Tapi apa daya, sampai dengan last minutes, berita buruk didapat bahwa cluster saya belum terjamah oleh jaringan speedy (huh, padahal saya pelanggan potensial!). Gagal dengan speedy, coba tanya-tanya ke First Media (FastNet) yang kebetulan kantor pusatnya di Lippo Karawaci. Eh, ternyata juga belum dicover. Pilihan terakhir adalah wireless connection. Sedihnya … 3G juga ngga masih kemahalan dan kualitasnya ngga digaransi.
AKhirnya, denger ada povider RT RW net di sekitar kompleks. Setelah testing, riset dikit dan banyak menimbang-nimbang … saya putuskan untuk gabung ke komunitas RT RW Net ini. Jadinya, week end kemarin, tower untuk wireless dipasang di atap rumah (untung bukan wajanholic, hehe). Akhirnya, koneksi internet 24 jam (64 kbps) tersedia di rumah dengan biaya relatif terjangkau ….
Dua hari ini mantengin internet untuk testing speed, yah … meski tidak secepat speedy atau broadband internet … tapi masih lumayan dibanding dialup. Cukup lah saat ini …
Ini hasil monitoring traffic dengan ntop di ubuntu gutsy 7.10. Lumayan lah.
PR berikutnya adalah sosialisasi ke istri dan anak tentang optimalisasi internet.
