Jakarta … Duh, Ruwetnya!

sekedar sharing buat yang ngga tinggal di jakarta ….

Banjir

persis setahun dari banjir besar tahun lalu, ibukota kita ini
disinggahi banjir lagi. Bedanya, banjir sekarang karena drainase yang
jelek, bukan dari luapan sungai (baca: kiriman dari bogor). Tapi dampak
langsungnya buat saya sama, jalan pulang terputus, macet, sehingga
harus puter2 dulu sebelum bisa nyampe rumah.

Saya termasuk beruntung, karena tol dalam kota menuju Tomang praktis
ngga bisa dilewati, akhirnya cari tebengan sampai BSD JORR . Baru naek
taksi dari sana. Dari kantor jam 18.00, sampai BSD Junction jam 20.30.
Jauh lebih baek dibanding yang mau dan dari bandara … atau rekan
kantor saya yang terpaksa bermalam di hotel karena ngga bisa pulang.

Sekarang sudah surut …. tapi, see you next year!
:-)

Preman

Buat yang sering pakai jasa angkutan umum dan nunggu di halte pasti
familiar dengan yang namanya "timer". Itu lho yang sok jadi owner halte
bus dan sok membantu awak bis untuk menaikkan penumpang dan kemudian
minta kutipan sukarela dari awak bis. Belakangan ini, saya lebih sering
nunggu bis di halte Slipi Jaya, dan di sana ada 3 orang timer yang
saking seringnya ketemu, kita sampai "kenal muka" … hehe. Saya amati,
ternyata mereka hanya bermodal nekat dan gertak … sebab kalau awak
bus-nya berani pasang badan, mereka toh paling banter hanya teriak sok
ngancam … ngga lebih. Tapi kabarnya di "timer" di perempatan fly over
slipi lebih galak dari yang di Slipi Jaya.

Btw, perempatan bawah Fly Over Slipi tuh ruwet banget … ada PKL,
halte bus plus bus ngetem, lalin dari kiri mau ke kanan, dari kanan mau
ke kiri, dari timur mau ke barat, luar tol mau masuk tol, orang
nyebrang …. wis kumplit!

Pekerja "Suka-Ngga-Rela"

Banyaknya pengangguran membuat penduduk Jakarta harus "kreatif" buat
cari makan. Ya itu tadi, selain "timer" ada "Pak Ogah". Suatu ketika
saya sedang nemenin tamu -satu Aussie dan satu Singaporean- keliling
Jakarta pas jam 17.00 di puncak macetnya Jakarta.

Ketika mereka lihat polisi-polisi partikelir itu di bawah fly over Landmark:
Tamu: " Who are they? Baek bener ya mereka ngatur lalu lintas supaya lancar?"
Me: !@$!%$#!$

Jadi buat yang mau (atau berencana) pindah ke Jakarta … untuk masukan saja.
Kalau saya, sudah terlanjur …. hihihihihih

One Response to “Jakarta … Duh, Ruwetnya!”

  1. Hananto Says:

    Dic, aku pernah ditawari jabatan menarik di tahun 2003. Tapi di kantor pusatku, Jakarta. Langsung aja aku tolak.
    Memang nyaliku kurang tangguh utk Jakarta. Tapi sapa yang tau suatu hari nanti…

Leave a Reply