Archive for February, 2008

SMS … SMS

Saturday, February 23rd, 2008

Tidak disangkal lagi, breakthrough teknologi yang dampaknya sampai mengubah pola komunikasi dan gaya hidup (di Indonesia) adalah … SMS! Mungkin si penemu malah ngga bakal nyangka kalo temuannya bisa jadi seperti sekarang ini. Kalau Anda amati, di Jakarta ini hampir jarang ditemui orang yang ngga pegang ha-pe, di mal, bis, halte, trotoar bahkan di sekolah dasar, almost everywhere… tapi, fitur yang paling sering dipakai adalah SMS! Selain hemat …. rata2 Rp 300 per sms, juga melatih kecepatan jari-jemari dan sekaligus olah raga jari :-)

Saya tergelitik untuk menulis tentang ini karena kemarin saya mengalami hal yang menurut saya luar biasa. Seperti biasa saya pulang naik shuttle bis dan disebelah saya kebetulan (ya… beneran kebetulan, bukan cari-cari kesempatan) duduk seorang wanita muda dengan ha-pe di tangan. Tidak ada yang spesial dari dia (ehm, tapi manis juga sih) kecuali tatapan matanya yang menerawang keluar jendela bis sementara jari jemarinya dengan lincahnya memencet-mencet rangkaian kata via ha-pe-nya. Wuih, cepet sekali…. Sepanjang perjalanan, ia terus melakukan itu! Hebat!!!

Rekan sekantor saya (kebetulan juga wanita) punya kebiasaan yang hampir sama. Bahkan ia melakukannya sembari menyetir mobil di jalanan Jakarta yang ruwet ini. Meski menurut pengakuannya, mobilnya pernah "naek" ke trotoar akibat sibuk bales sms ketika nyetir. Berapa banyak Anda lihat wanita-wanita duduk di boncengan sepeda motor sibuk dengan ha-pe nya? Apa memang sudah dari sononya kaum wanita demen banget sama yang namanya ngobrol, jadinya sms jadi media yang murah meriah :-) Di ruang meeting, sms jadi media bergunjing yang paling aman. Kalau di suatu meeting tiba-tiba rekan-rekan Anda cekikikan tanpa sebab yang Anda tahu, berhati-hatilah, jangan-jangan Anda sedang dijadikan bahan gunjingan …

Ehm, satu lagi contoh bagus soal terobosan teknologi yang bisa mengubah perilaku!

 

Jakarta … Duh, Ruwetnya!

Tuesday, February 5th, 2008

sekedar sharing buat yang ngga tinggal di jakarta ….

Banjir

persis setahun dari banjir besar tahun lalu, ibukota kita ini
disinggahi banjir lagi. Bedanya, banjir sekarang karena drainase yang
jelek, bukan dari luapan sungai (baca: kiriman dari bogor). Tapi dampak
langsungnya buat saya sama, jalan pulang terputus, macet, sehingga
harus puter2 dulu sebelum bisa nyampe rumah.

Saya termasuk beruntung, karena tol dalam kota menuju Tomang praktis
ngga bisa dilewati, akhirnya cari tebengan sampai BSD JORR . Baru naek
taksi dari sana. Dari kantor jam 18.00, sampai BSD Junction jam 20.30.
Jauh lebih baek dibanding yang mau dan dari bandara … atau rekan
kantor saya yang terpaksa bermalam di hotel karena ngga bisa pulang.

Sekarang sudah surut …. tapi, see you next year!
:-)

Preman

Buat yang sering pakai jasa angkutan umum dan nunggu di halte pasti
familiar dengan yang namanya "timer". Itu lho yang sok jadi owner halte
bus dan sok membantu awak bis untuk menaikkan penumpang dan kemudian
minta kutipan sukarela dari awak bis. Belakangan ini, saya lebih sering
nunggu bis di halte Slipi Jaya, dan di sana ada 3 orang timer yang
saking seringnya ketemu, kita sampai "kenal muka" … hehe. Saya amati,
ternyata mereka hanya bermodal nekat dan gertak … sebab kalau awak
bus-nya berani pasang badan, mereka toh paling banter hanya teriak sok
ngancam … ngga lebih. Tapi kabarnya di "timer" di perempatan fly over
slipi lebih galak dari yang di Slipi Jaya.

Btw, perempatan bawah Fly Over Slipi tuh ruwet banget … ada PKL,
halte bus plus bus ngetem, lalin dari kiri mau ke kanan, dari kanan mau
ke kiri, dari timur mau ke barat, luar tol mau masuk tol, orang
nyebrang …. wis kumplit!

Pekerja "Suka-Ngga-Rela"

Banyaknya pengangguran membuat penduduk Jakarta harus "kreatif" buat
cari makan. Ya itu tadi, selain "timer" ada "Pak Ogah". Suatu ketika
saya sedang nemenin tamu -satu Aussie dan satu Singaporean- keliling
Jakarta pas jam 17.00 di puncak macetnya Jakarta.

Ketika mereka lihat polisi-polisi partikelir itu di bawah fly over Landmark:
Tamu: " Who are they? Baek bener ya mereka ngatur lalu lintas supaya lancar?"
Me: !@$!%$#!$

Jadi buat yang mau (atau berencana) pindah ke Jakarta … untuk masukan saja.
Kalau saya, sudah terlanjur …. hihihihihih